Abortus
adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) sebelum buah
kehamilan tersebut mampu untuk hidup di luar kandungan, dimana beratnya masih
di bawah 500 gram atau sebelum usia kehamilan 20 minggu. Kasus tersebut membuat banyak Ibu hamil merasa cemas akan hal
tersebut. Oleh karena itu, Produk Kalbe (premaston) hadir untuk mengatasi kasus tersebut. Sebelum memasuki
spesifikasi produk kalbe, alangkah
baiknya kita mengetahui macam-macam aborsi dalam dunia kedokteran.
Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi, yaitu:
1. Aborsi Spontan / Alamiah
2. Aborsi Buatan / Sengaja
3. Aborsi Terapeutik / Medis
Aborsi
spontan atau alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan disebabkan
karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma, sedangkan
Aborsi buatan atau sengaja adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak).
Aborsi terapeutik atau medis adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa.
Aborsi buatan atau sengaja adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak).
Aborsi terapeutik atau medis adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa.
Spesifikasi
Premaston (Kalbe):
Komposisi:
Allylestrenol.
Bentuk Sediaan:
Tablet 5 mg.
Farmakologi:
Allylestrenol meningkatkan kadar
hormon plasenta seperti estrogen, progesteron, hCG (human Chorionic
Gonadotropin) dan hPL (Human Placental Lactogen), yang berguna untuk memelihara
lapisan trofoblas pada plasenta sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya
abortus. Abortus umumnya terjadi karena menurunnya kadar hormon-hormon plasenta
tersebut, terutama hormon progesteron. Allylestrenol tidak menunjukkan efek samping
hormonal atau efek samping yang serius pada ibu dan janinnya.
Indikasi:
Ancaman abortus, abortus habitualis,
ancaman persalinan prematur.
Dosis:
- Ancaman abortus, dosis : 3 x 1
tablet/hari selama 5-7 hari. Bila perlu, lama terapi dapat diperpanjang, dosis
harus diturunkan secara bertahap jika gejala-gejala ancaman abortus tidak
ditemukan lagi.
- Abortus habitualis, dosis : 1-2 x 1
tablet/hari segera setelah penderita dinyatakan hamil.
Pemberian Premaston pada abortus habitualis diteruskan minimal sampai satu bulan setelah masa krisis berakhir.
Pemberian Premaston pada abortus habitualis diteruskan minimal sampai satu bulan setelah masa krisis berakhir.
- Ancaman persalinan prematur, dosis
maksimal: 40 mg sehari, tergantung kondisi pasien
Kontraindikasi:
Penderita dengan gangguan fungsi
hati.
Peringatan:
Premaston® harus diberikan
dengan hati-hati pada penderita diabetes mellitus.
Efek Samping:
Gangguan saluran cerna, seperti mual
dan muntah.
