Tuesday, September 29, 2015

Peran Premaston Kalbe Dalam Mengatasi Kasus Abortus

Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) sebelum buah kehamilan tersebut mampu untuk hidup di luar kandungan, dimana beratnya masih di bawah 500 gram atau sebelum usia kehamilan 20 minggu. Kasus tersebut membuat banyak Ibu hamil merasa cemas akan hal tersebut. Oleh karena itu, Produk Kalbe (premaston) hadir untuk mengatasi kasus tersebut. Sebelum memasuki spesifikasi produk kalbe, alangkah baiknya kita mengetahui macam-macam aborsi dalam dunia kedokteran.

Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi, yaitu:
1.     Aborsi Spontan / Alamiah
2.     Aborsi Buatan / Sengaja
3.     Aborsi Terapeutik / Medis
Aborsi spontan atau alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma, sedangkan

Aborsi buatan atau sengaja adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak).

Aborsi terapeutik  atau medis adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa.

Spesifikasi Premaston (Kalbe):
Komposisi:
Allylestrenol.

Bentuk Sediaan:
Tablet 5 mg.

Farmakologi:
Allylestrenol meningkatkan kadar hormon plasenta seperti estrogen, progesteron, hCG (human Chorionic Gonadotropin) dan hPL (Human Placental Lactogen), yang berguna untuk memelihara lapisan trofoblas pada plasenta sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya abortus. Abortus umumnya terjadi karena menurunnya kadar hormon-hormon plasenta tersebut, terutama hormon progesteron. Allylestrenol tidak menunjukkan efek samping hormonal atau efek samping yang serius pada ibu dan janinnya.
Indikasi:
Ancaman abortus, abortus habitualis, ancaman persalinan prematur.

Dosis:
- Ancaman abortus, dosis : 3 x 1 tablet/hari selama 5-7 hari. Bila perlu, lama terapi dapat diperpanjang, dosis harus diturunkan secara bertahap jika gejala-gejala ancaman abortus tidak ditemukan lagi.
- Abortus habitualis, dosis : 1-2 x 1 tablet/hari segera setelah penderita dinyatakan hamil.
Pemberian Premaston pada abortus habitualis diteruskan minimal sampai satu bulan setelah masa krisis berakhir.
- Ancaman persalinan prematur, dosis maksimal: 40 mg sehari, tergantung kondisi pasien

Kontraindikasi:
Penderita dengan gangguan fungsi hati.

Peringatan:
Premaston® harus diberikan dengan hati-hati pada penderita diabetes mellitus.

Efek Samping:
Gangguan saluran cerna, seperti mual dan muntah.